JASA DESAIN ARSITEK PERUMAHAN     I    HARGA JASA ARSITEK RUMAH     I    JASA DESAIN RUMAH MINIMALIS   I   JASA DESAIN INTERIOR RUMAH    

ARSITEKTUR DAN ISLAM
19 Januari 2018




2 bidang besar yang sangat menarik perhatian saya. Yang pertama sampai-sampai harus menghabiskan waktu 4 tahun untuk mempelajarinya, itupun belum dapat dikatakan 100% menguasainya, bahkan setelah lebih dari 10 tahun bergerak di bidang yang berkaitan secara tidak langsung dengan Arsitektur. Seolah tak ada habisnya dan terus berkembang.

Arsitektur, berdasarkan terminologi (ilmu tentang istilah) berasal dari kata Greek/Latin Archi= kepala/master dan Tekton= Tukang, Pembangun/ Builder. Sehingga, Arsitek berarti Kepala Tukang. Terminologi ini diambil dari bahasa Latin/ Greek. Sehingga Arsitektur adalah ilmu tentang menjadi kepala tukang.

Bidang yang kedua, yang menjadi panduan hidup, berkah sejak lahir karena take for granted yang didapat dari orang tua. Ternyata semakin digali semakin dalam dan semakin luas seperti samudera di lautan. Semakin merasa bodoh dan awam.

Lalu apa kaitannya?

Jadi inget, pernah lihat poster seminar dengan judul yang sama dengan tulisan ini, di dinding kampus dahulu kala, namun sayang tidak sempat menghadirinya. Diadakan oleh seorang senior yang lulus S2 di Malaysia,dan mencoba mempresentasikanya. Berdasarkan deskripsi singkatnya dan komunikasi singkat dalam banyak imajinya sepertinya agak disayangkan karena yang dipresentasikan lebih berat ke Arsitektur dan Masjid , ketimbang ke Islam secara keseluruhan..sepintas.

Kembali tergelitik untuk memikirkan definisi Arsitek setelah membaca buku ‘aneh’ dan kontroversi karya KH. Fahmi Basya. Somehow, penjelasan singkat dalam buku yang berjudul “Borobudur dan peninggalan nabi Sulaiman” itu tentang kata “Arsy” dalam Al Qur’an terasa menarik untuk direnungkan.

Diterangkan bahwa dalam Al Qur’an, kata “Arsy” digunakan untuk menjelaskan 3 hal, Arsy Allah SWT, Arsy Nabi Sulaiman, dan Arsy Ratu Balqis dari negeri Saba. K.H Fahmi Basya memiliki sebuah hipotesa menarik terkait makna kata tersebut. Pada Al Qur’an terjemahan resmi dari Departemen Agama adalah “Singgasana”. Coba ubek2 via Qur’an apps dan melihat terjemahan versi Inggrisnya karya Dr.Musthafa Khattab pun, kata yang digunakan adalah “throne”, yang memiliki arti yang sama dengan “singgasana”.

Pemaknaan ini kurang tepat menurut beliau, karena tidak menggambarkan kemegahan yang sesungguhnya diceritakan dalam Al Qur’an. Dan kata yang lebih tepat lagi yang diusulkan adalah sesuatu yang teramat agung, megah dan sangat besar..bagaikan sebuah istana yang menjulang dan sangat tinggi. Fahmi Basya, penulis buku ini bukan seorang Arsitek. Malah lulusan Fakultas MIPA UI. Namun, seandainya hipotesa nya benar, maka korelasi kata Archi (Kepala) dan Tektonik (Tukang) yang disadur dari bahasa Latin terasa kurang mengena sedangkan Arsy dalam bahasa Al Qur’an menjadi sangat logis dan lebih tepat. Secara suara, orang barat menyebut kata Archi dan orang Arab menyebut kata Arsy pun tidak jauh berbeda. Kalaupun ternyata Arsy adalah makna yang tepat, benarkah kata Archi dalam Arsitek berasal dari Latin Arch ,atau jangan – jangan berasal dari bahasa arab Arsy?

Kalopun seandainya hipotesa tersebut benar, terminologi Arsitek bisa menjadi lebih puitis sedikit dari “kepala tukang”, menjadi “tukang yang membangun keagungan dan kemegahan”

Copyright playwiththespace 2018. All rights reserved.

Play With The Space
email: arsitek@desainperumahan.com
+62 813 9886 2206  FB Page/ Instagram : @desainperumahan